kukuhtw's posts with tag: vietnam
Pagi
ini MAX Studio ada meeting dengan Martin Geiger - Vice President
International Operation sebuag perusahaan mobile game
developer/publisher dari mountain view silicon valley. Perusahaan ini
baru berdiri awal tahun 2005, membuka 'offshore' di Vietnam. Martin
tertarik untuk bicara mengenai komunitas game developer di Indonesia
terutama mobile game. Perusahaan yang dia tangani kebutulan bergerak di
area yang sama yaitu mobile game application. seperti kita juga ketahui
bersama, bahwa orang amerika memang jago dalam hal
mengemas/marketing/distribusi suatu produk apa saja,
produksi/operasional diserahkan offshore/outsource ke negara berkembang
karena biayanya lebih murah melakukan outsource/offshore di
negara-negara berkembang ketimbang buka dapur produksi sendiri di
negara asalnya sana. Dengan Alur rantai bisnis memproduksi di negara
berkembang (menghemat cost) - packaging/designing/marketing di Amerika
(America is the expert at this field)- jual ke negara2 maju (melalui
channel distribusi carrier/vendor/content provider) seperti
Amerika/Eropa/Jepang/Australia menjadikan perusahaan ini untung besar
(ya jelas...ongkos produksi aja udah murah, lalu dijual di huge/mass
market pula)
Beberapa pembahasan menarik dari obrolan-obrolan tadi adalah
1.
Ternyata Vietnam memiliki resources yang cukup baik dalam segi teknikal
skills, knowledge,dan kemampuan matematis (maklum, namanya programme
game industri software memang memerlukan orang-orang yang mampu
melakukan perhitungan matematis dan logic/nalar yang kuat). Jadi timbul
pertanyaan dalam hati sebenarnya, memang orang Indonesia nggak ada apa
yang logic dan nalarnya jalan ? saya juga jadi ingin tahu lebih banyak
tentang vietnam, ada berapa software house, perguruan tinggi disana ?
berapa jumlah developer , mahasiswa yang kuliah di Luar Negeri
dibandingkan dengan Indonesia ? Apa benar Indonesia memang sudah
ketinggalan dengan vietnam dalam hal kapasitas IT human resources
skills ?
2. Martin juga menanyakan apakah ada semacam IT
Industry park di Indonesia. kita juga malu mengakui bahwa memang kalau
di Indonesia belum ada semacam IT Industry Parks Beda halnya dengan
vietnam, malaysia,singapore,india, Thailand dan negara2 tetangga
indonesia lainnya. Apakah Indonesia harus mengikuti jejak negara
tetangga ? atau ambil kesimpulan bahwa IT bukan merupakan 'competitive
advantage' Indonesia, dan pemerintah mungkin sibuk memikirkan sektor
lain yang dianggap cocok dan sesuai dengan competitive advantage
misalnya pertanian dan industri maritim. nggak tahu lha...
3.
Mengenai biaya internet, Biaya internet di Vietnam saja ternyata jauh
lebih murah dibandingkan dengan di Indonesia. Dibawah 100$ perbulan
udah bisa ngakses internet dengan speed 2 Mbps/640 Kbps, kalau disini
pakai Speedy aja harus bayar 2 juta dengan akses katanya sih 512 kbps.
jadi ingin tanya juga tapi sama siapa ya, kenapa biaya internet di
Indonesia kok mahal ya ?. Padahal akses internet itu adalah
infrastruktur yang bisa memboosting pertumbuhan ekonomi suatu negara,
sama halnya dengan pembangunan jalan raya/tol yang bisa menggiatkan
perekenomian suatu kota/wilayah/provinsi yang dilalui jalan tersebut.
cukupi heran juga ya kenapa ya pejabat yang berwenang di Indonesia
tidak punya strategi dalam mengoptimalkan IT Industry sebagai "leap
frog" untuk menumbuhkan perekonomian bangsa seperti hal yang sudah
dilakukan India dan sedang dilakukan oleh negara2 tetangga kita seperti
Malaysia,Cina,Singapore dan Vietnam ?.
4. Kemampuan art
works/design yang ternyata martin mengakui bahwa perusahaan itu
kesulitan mendapatkan good designer/art works yang bagus di Vietnam,
mungkin kemampuan art works/ design bisa jadikan keunggulan yang
dimiliki Indonesia dibandingkan negara2 tetangga lain. udah pada tahu
kan kalau skill design/art works Indonesia itu luar biasa bagusnya. Nah
ada kemungkinan ini celah yang bisa dimasuki oleh pemain-pemain
Indonesia untuk berkarya menyajikan karya yang oke punya.
5.
Bisnis di mobile games application is tough, anybody can makes the
games, but pertanyaannya.., games apa saja yang layak/kualified untuk
dijual ?. bagaimana mengetahui apakah game ini pantas dijual atau
tidak? platform apa yang dipilih ? di ponsel saja ada platform
J2ME/Brew, lalu OSnya saja ada Symbian,Windows Mobile. Ukuran screen
ponsel/pocketpc/pda juga beraneka ragam. nanti juga ada gadget console
baru yang bisa menyimpan aplikasi games seperti iphone mungkin.
wah...memilih/menetapkan target seperti itu aja udah bikin pusing
kepala..., Budaya orang-orang di silicon valley adalah mencoba beberapa
hal, lalu coba lihat mana yang berhasil mana yang tidak..., yang tidak
berhasil tinggalkan dan fokus ke hal-hal dinilai lebih layak dan punya
potensi menghasilkan revenue.
6. Tidak ada IT Venture Capital di Indonesia. kalau hal ini nggak usah berharap banyak deh ada VC di Indonesia.
Kurang
lebih itulah beberapa point menarik yang bisa disampaikan kali ini.
well, sekarang coba banyak-banyak berpikir positif aja deh, nggak usah
banyak ngeluh dan nggak usah banyak mengharapkan bantuan pemerintah,
usaha aja semaksimal mungkin, kalau sudah berhasil dan sukses nanti
juga pemerintah datang sendiri dan tentunya apalagi kalau bukan
ngingetin bayar pajak ?? hihihihihi....Hidup Indonesia..negeri tercinta
kita !!!....
| |
|